LPM MS Adakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar, Langkah Berani Bangun Semangat Jurnalis Muda di Era Disrupsi Digital

LPM MEDIA SRIWIJAYA – LPM Media Sriwijaya resmi menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) pada Sabtu, 16 Desember 2023. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini merupakan kegiatan tahunan yang dibawahi oleh Divisi PSDM LPM Media Sriwijaya. Seperti namanya, PJTD menjadi kegiatan pelatihan jurnalistik yang diperuntukkan bagi anggota dan calon anggota LPM MS. Di samping sebagai sarana pengenalan dunia jurnalistik, partisipasi dalam kegiatan PJTD menjadi syarat wajib bagi calon anggota untuk secara resmi diterima sebagai anggota tetap LPM MS.
Pada PJTD tahun ini, LPM Media Sriwijaya mengusung tema “Membangun Semangat Jurnalis Muda dalam Ciptakan Karya di Era Disrupsi Digital”. Tema tersebut diambil karena LPM MS memandang pada dewasa ini, akses dan distribusi informasi sudah sedemikian masifnya, sehingga sangat dibutuhkan kehadiran jurnalis-jurnalis muda yang tidak mudah terombang-ambing, terutama di era disrupsi digital.
Kegiatan yang dihadiri oleh Badan Pengurus Harian (BPH), anggota, dan calon anggota LPM MS tersebut dimulai pada pukul 09.30, dibuka oleh Nurul Rizky Syafitri selaku MC, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Pelaksana, Sri Ratu Khodijah. Dalam kata sambutannya, Ratu menyampaikan harapan agar tujuan dari pelaksanaan PJTD dapat tercapai. “Semoga dengan awalan ini, anggota dan calon anggota tahu bagaimana cara penulisan berita dan teknik-teknik dalam liputan. Semoga dengan adanya PJTD, kalian bisa mengembangkan LPM MS dan ke depannya dapat lebih aktif dan mengembangkan diri baik di LPM MS maupun di seluruh elemen di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ini,” ungkapnya.
Di samping itu, Pimpinan Umum LPM MS yakni Umar Syahid, turut menyampaikan harapan atas berlangsungnya kegiatan PJTD. Umar menyebut bahwa PJTD diharapkan menjadi kegiatan yang memberikan pencerahan dan wawasan baru kepada anggota dan calon anggota LPM MS. “Dalam PJTD hari ini peserta akan belajar terkait teknik peliputan dan teknik penulisan berita. Dua hal ini merupakan skill dasar atau hal fundamental yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis. Selain pemikiran yang kritis, juga diperlukan skill untuk membuat pemikiran kita menghasilkan output yang baik,” tambahnya.
PJTD juga dihadiri oleh Wakil Dekan 3 FH Unsri, Dr. Zulhidayat, S.H., M.H—yang memberikan apresiasi kepada LPM MS atas penyelenggaraan PJTD dan tema yang diusung dalam kegiatan tersebut. Beliau menyampaikan bahwa eksistensi jurnalis merupakan salah satu pilar penting dalam sistem demokrasi. Kendati demikian, perkembangan teknologi yang sedemikian masif telah menciptakan fenomena banyaknya oknum penyebar informasi bohong/tidak layak dengan mengatasnamakan jurnalis. Dengan ini, Zulhidayat mengatakan harapan besarnya terhadap LPM MS sebagai organisasi mahasiswa yang sepatutnya mencegah dampak buruk di bidang jurnalistik pada era disrupsi digital. “Saya berharap betul bahwa LPM MS ini nanti akan menghadirkan sosok-sosok jurnalis hebat yang punya idealisme—mengingat Indonesia sendiri dipenuhi dengan cerita dari jurnalis-jurnalis hebat,” ungkap beliau.
Setelah kata sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda inti dari pelaksaan PJTD sendiri, yakni penyampaian materi mengenai teknik penulisan dan teknik liputan berita. Dalam PJTD tahun ini, LPM MS menghadirkan dua pembicara yang merupakan akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, yakni Muhammad Syahri Ramadhan, S.H., M.H. dan Muhammad Zainul Arifin, S.H., M.H. Dalam pemaparan materi yang disampaikan oleh Syahri, beliau menekankan tentang pentingnya menulis dalam kehidupan manusia, baik bagi diri sendiri maupun organisasi mahasiswa. Menulis menjadi kegiatan yang melatih pemikiran dan memperluas cakrawala pengetahuan serta kepuasan intelektual, sedangkan bagi sebuah organisasi mahasiswa seperti LPM MS, menulis dapat meningkatkan eksistensi dari organisasi tersebut dan membangun branding yang positif serta memperluas jaringan organisasi dengan pihak-pihak lain, baik di lingkup internal maupun eksternal kampus.
Dalam pemaparannya, pembina LPM MS tersebut tidak memberikan penjelasan secara ‘normatif’, melainkan menekankan pada aspek praktis dengan menunjukkan langsung berbagai contoh tulisan berita dan opini. Berita dan opini yang ditampilkan merupakan karya yang dihasilkan oleh Syahri sendiri, di antaranya Pererat Silahturahmi Melalui Bubar, Mengungkap Peradaban Kampung Arab di Palembang, hingga Opini: Norma Hukum Privat dan Publik yang Tidak Sejalan. Syahri menjelaskan mengenai pentingnya pemilihan kata dan diksi dalam sebuah tulisan, serta bagaimana mengemas sebuah berita menjadi berita yang menarik bagi pembaca. “Memperbanyak bahasa, diksi, atau kata dalam tulisan-tulisan kita tidak bisa tidak, harus memperbanyak asupan membaca. Seperti kata pepatah, kalau ingin mengenal dunia maka membacalah, kalau ingin dikenal dunia, maka menulislah,” ungkap beliau. Syahri menjelaskan bahwa tulisan seseorang merupakan representasi dari apa yang dibacanya. Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan sumber bacaan, bukan hanya bacaan-bacaan fiksi, tapi juga bacaan-bacaan yang berbasis ilmiah. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktek menulis berita. Agenda ini mengimbau peserta untuk menulis sebuah berita bertemakan kegiatan PJTD dalam waktu lima belas menit, untuk kemudian dikumpulkan dan dikoreksi oleh Syahri. Akademisi FH Unsri tersebut mengapresiasi tulisan yang dibuat oleh para peserta, serta memberikan saran tentang pemilihan diksi dan cara mengemas tulisan menjadi lebih menarik di mata pembaca.
Setelah Ishoma, PJTD dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh pembicara kedua, yakni Muhammad Zainul Arifin, S.H., M.H. mengenai teknik-teknik peliputan berita. Dalam pemaparannya, Zainul menjelaskan mengenai adanya perbedaan setting berita di antara media digital dan media konvensional. “Audiensi audiens untuk media lokal/konvensional terbatas sekali. Namun ketika dimuat ke dalam media digital, itu akan menjadi borderless atau tanpa batas,” jelas Zainul. Beliau menekankan pentingnya penguasaan kedua setting berita tersebut dengan terlebih dahulu melakukan penguasaan terhadap setting media konvensional.
Dalam kesempatan tersebut Zainul juga menjelaskan bagaimana sikap jurnalis ketika melakukan peliputan secara langsung ke lapangan. Terkait hal tersebut, data/informasi yang diperoleh oleh jurnalis dapat berasal dari observasi di lapangan maupun wawancara dengan pihak-pihak terkait. “Wawancara masyarakat awam akan berbeda dengan wawancara tokoh masyarakat. Kalau Anda ingin mewawancarai tokoh masyarakat, Anda harus mempersiapkan materi dengan lebih matang dan sebaik mungkin,” ujar beliau. Adapun menurut pandangan Zainul, ketika jurnalis turun ke lapangan dan melakukan wawancara, penting bagi jurnalis untuk bersikap skeptis terhadap pernyataan yang disampaikan narasumber. “Kita tidak bisa melihat suatu hal hanya dari satu framing. Pernyataan atau fakta yang kita dapat tidak bisa serta-merta langsung kita terima,” tambahnya. Adapun dalam istilah yang disebutkannya, ‘Trust, but very skeptical, but not cynical’. Zainul kemudian menutup pemaparan materi dengan menjelaskan secara rinci langkah-langkah peliputan, yakni melakukan riset, menentukan fokus cerita, mengumpulkan data, mengambil foto dan video. Setelah penyampaian materi oleh Zainul, peserta PJTD diimbau untuk melakukan praktek wawancara. Para peserta diberikan waktu lima belas menit untuk membuat rekaman wawancara berdurasi 3-5 menit dengan tema bebas, untuk kemudian dikumpulkan dan dikoreksi oleh Zainul.
Mengingat PJTD dihadiri oleh calon anggota, kegiatan ini turut menjadi momentum untuk memperkenalkan LPM MS kepada seluruh peserta. Oleh karena itu, setelah berakhir penyampaian materi dari kedua pembicara, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan keorganisasian dan sejarah singkat LPM MS yang disampaikan langsung oleh Umar Syahid selaku Pimpinan Umum. Adapun setelahnya, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan dan program kerja masing-masing divisi yang disampaikan oleh Pimpinan PPSDM, Redaksi, ICT, dan seluruh jajaran BPH. Setelah memberikan reward kepada peserta nominasi tulisan dan wawancara terbaik, kegiatan PJTD Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh LPM MS berakhir pada pukul 15.30 WIB.

