Indralaya Darurat Asap Kebakaran Lahan, Permukiman Terancam dan Kualitas Udara Memburuk
LPM Media Sriwijaya — Kabut asap tebal mulai menyelimuti kawasan Indralaya dan sekitarnya sepanjang pekan ini akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Jalan Lintas Sumatera Palembang-Indralaya mulai diselimuti asap, dan warga mulai mengeluhkan gangguan pernapasan. Di ruas Tol Kayu Agung-Palembang dan Tol Palembang-Indralaya (Palindra), jarak pandang pengendara pun mulai terganggu.
Dalam sepekan terakhir, sejumlah titik api dilaporkan muncul di berbagai kecamatan di Ogan Ilir. Pada Minggu (23/8/2026) dini hari, personel gabungan TNI-Polri bersama warga berjibaku memadamkan kebakaran di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara, yang menghanguskan lahan seluas empat hektare. Kondisi medan gelap dan kobaran api yang terus membesar tak menyurutkan nyali tim di lapangan. Babinsa Koramil 402-07/Indralaya, personel Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga tampak saling bahu-membahu memukul mundur titik api. Siang harinya, kobaran api kembali muncul di sekitar kawasan Perumahan Griya Cipta Utama (GCU), Kelurahan Indralaya Indah, nyaris merambat ke permukiman warga akibat lahan kering dan tiupan angin kencang. Melansir Palpres.bacakoran.co, Kebakaran di kawasan perumahan itu diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan ke area rerumputan kering.
Merespons aksi sigap aparat dan warga di lapangan, dikutip dari Sripoku.com, Komandan Kodim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono memberikan apresiasi tinggi atas soliditas yang ditunjukkan. “Sinergi antara TNI, Polri, MPA, dan masyarakat adalah kekuatan utama kita dalam menghadapi ancaman karhutla. Kami tidak akan mundur selangkah pun untuk memastikan keselamatan dan keamanan warga dari bahaya kebakaran lahan,” tegas Dandim. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara dibakar.
Memburuknya kualitas udara mulai berdampak nyata pada kesehatan warga. Melansir laporan Tribunnews, Dinas Kesehatan mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mencapai 9.313 kasus. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memakai masker. Menanggapi hal itu, Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti turun langsung membagikan masker kepada masyarakat di dua lokasi, yakni di seputaran Jalan Lintas Timur Palembang-Indralaya KM 35, Kecamatan Indralaya Indah, serta di kawasan wisata Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya, pada Minggu (23/8). “Kami hadir untuk memastikan masyarakat tetap terlindungi. Masker ini kami bagikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungan,” ujar AKBP Rizka Aprianti dalam keterangannya. Ia juga mengimbau pengguna jalan untuk menyalakan lampu utama, mengurangi kecepatan, dan meningkatkan kewaspadaan saat jarak pandang terganggu akibat asap.
Berdasarkan data BPBD Sumatera Selatan yang dihimpun Kompas.com hingga 21 Agustus 2026, tercatat 1.605 kejadian karhutla dengan indikasi luas terdampak mencapai 1.926,2 hektare. Tren kejadian meningkat dalam dua bulan terakhir, dari 456 kejadian pada Juli menjadi 897 kejadian pada Agustus. Pada 22 Agustus 2026, sebanyak 600 titik panas telah terdeteksi di Sumatera Selatan.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pun memperkuat penanganan dengan mengerahkan 299 personel Manggala Agni, terdiri atas 254 personel yang bertugas di Sumatera Selatan dan tambahan 45 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Daops Sarolangun, Muara Tebo, dan Kota Jambi. Operasi difokuskan pada lokasi yang masih aktif dan menjadi sumber asap, terutama di OKI, Ogan Ilir, dan Muara Enim. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga kembali dilakukan pada 22 Agustus 2026. Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kemenhut Dwi Januanto Nugroho menegaskan, “Prioritas kita sekarang mengendalikan api dan menekan dampak asap terhadap masyarakat.”
Ancaman karhutla tahun ini ternyata tidak hanya melanda Sumsel. Melansir laporan ANTARA, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi menetapkan status Siaga Bencana menyusul melonjaknya kasus karhutla akibat cuaca panas ekstrem. Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kaltim per 22 Agustus 2026, total akumulasi karhutla di Kaltim mencapai 430 kejadian dengan total luasan lahan hangus 1.260,92 hektare. Sepanjang 1–22 Agustus 2026 saja, terjadi 306 kejadian dengan luasan 1.027,94 hektare, meningkat drastis akibat iklim kering ekstrem. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku pembakaran lahan. “Sanksi pidana sudah menanti. Sudah ada pelaku pembakaran yang ditangkap dan diproses hukum,” tegasnya.
Kebakaran yang melanda Indralaya dan berbagai daerah di Indonesia ini menjadi alarm darurat akan krisis lingkungan dan lemahnya kesadaran warga akan bahaya membakar lahan. Diperlukan kerja sama semua pihak, mulai dari kepatuhan warga tidak membakar lahan, hingga keseriusan aparat menindak para pelaku karhutla. Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya hutan, tetapi juga kesehatan dan masa depan masyarakat.
Penulis By:
nazwa ayu meilani p.

