FH Unsri Hadirkan 20 Mahasiswa Internasional, Angkat Tradisi Perdagangan Palembang dalam International Summer Course 2026

LPM Media Sriwijaya — Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (FH Unsri) resmi membuka 1st International Summer Course 2026 melalui Opening Ceremony yang digelar di FH Tower, Senin (31/8/2026). Mengangkat tema “Lex Mercatoria: Commercial Traditions and Informal Trade Practices in Palembang”, kegiatan tersebut mempertemukan 20 peserta internasional dari berbagai negara untuk mempelajari keterkaitan hukum dengan tradisi dan praktik perdagangan di Palembang. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan tari penyambutan khas Palembang. Acara kemudian dibuka oleh pembawa acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sriwijaya, doa, serta pemutaran video profil Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.

Selanjutnya, Chairperson International Summer Course 2026, Almira Novia Zulaik, S.H., M.H., menyampaikan laporan kegiatan. Acara dilanjutkan dengan welcoming speech dari Dekan FH Unsri, Prof. Dr. H. M. Joni Emirzon, S.H., M.Hum., serta sambutan dari perwakilan Gubernur Sumatera Selatan yang disampaikan oleh Head of BPSDMD Sumatera Selatan, Prof. Dr. H. M. Muhammad Edward Juliartha, S.Sos., M.M.Dalam sambutannya, Prof. Edward menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam summer course memiliki relevansi dengan sejarah Palembang sebagai pusat perdagangan dan pertukaran budaya. Menurutnya, aktivitas perdagangan di Palembang sejak dahulu tidak hanya melibatkan perpindahan barang, tetapi juga manusia dan gagasan yang menghubungkan berbagai komunitas.

Ia menjelaskan bahwa praktik perdagangan di Palembang dapat menjadi ruang untuk memahami bagaimana kepercayaan, kebiasaan, dan hubungan sosial turut membentuk cara masyarakat menjalankan kegiatan perdagangan serta mengatur hubungan di dalamnya.

“Law does not always begin in a courtroom or legislative chamber. Sometimes it begins in the marketplace,” ujar Prof. Edward dalam sambutannya.Lebih lanjut, ia menyebut Palembang dapat menjadi living laboratory untuk melihat hubungan antara hukum formal dan norma perdagangan informal. Melalui kajian tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman akademik, tetapi juga mengenal sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Sumatera Selatan secara langsung.

Prof. Edward juga mengapresiasi penyelenggaraan International Summer Course sebagai langkah Fakultas Hukum Unsri dalam memperkuat kerja sama akademik internasional sekaligus memperkenalkan Sumatera Selatan kepada komunitas internasional. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal dari kerja sama internasional yang lebih luas bagi Fakultas Hukum dan Universitas Sriwijaya.Sementara itu, dalam sambutannya, Dekan FH Unsri Prof. Joni Emirzon menyampaikan bahwa Palembang dipilih sebagai lokasi kajian bukan tanpa alasan. Kota Palembang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat perdagangan serta memiliki pasar tradisional, kuliner, dan kerajinan yang merefleksikan keberagaman tradisi masyarakatnya.
Setelah sesi sambutan, 20 peserta internasional diperkenalkan satu per satu di hadapan peserta acara. Mereka berasal dari sejumlah negara, di antaranya Brunei Darussalam, Gambia, Yaman, Bangladesh, Ethiopia, Rwanda, Sudan, dan Turki.

Kegiatan Opening Ceremony kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penampilan menyanyi. International Summer Course 2026 FH Unsri selanjutnya akan berlangsung selama lima hari dengan rangkaian kegiatan yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan pengenalan sejarah dan budaya Palembang.

Reporter: Mutiara Kezia Melinda Sitindaon

Penulis: Mutiara Kezia Melinda Sitindaon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *