Bapak Dr. H Muhammad Syaifuddin, S.H., M.Hum Paparkan 12 IKU, Dorong Program Kerja Ormawa Berdampak dan Terukur
LPM Media Sriwijaya — Rapat Evaluasi Dan Rencana Program Kerja Badan Otonom Serta Organisasi Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, dilaksanakan pada Kamis 16 Juli 2026 bertempat di Kampus Indralaya. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih lima jam ini menjadi ajang penyelarasan visi antara pimpinan fakultas dan mahasiswa agar setiap program kerja tidak sekedar seremonial, tetapi juga produktif, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Rapat yang dihadiri oleh Wakil Dekan I, Bapak Dr. H Muhammad Syaifuddin, S.H., M.Hum., sejumlah pembina ormawa, serta ketua dan perwakilan dari sepuluh badan otonom di lingkungan FH Unsri ini mengusung agenda utama berupa pemaparan 12 Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi serta evaluasi dan rencana program kerja masing-masing BO. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai gagasan dan kendala yang dihadapi dalam menjalankan roda organisasi.
Dalam pemaparannya, Bapak Syaifuddin menjelaskan secara rinci dua belas IKU yang menjadi acuan kinerja perguruan tinggi. Beberapa poin utama yang ditekankan adalah target kelulusan tepat waktu, persentase lulusan yang langsung bekerja atau berwirausaha, serta pentingnya kegiatan mahasiswa yang menghasilkan luaran akademik seperti artikel ilmiah atau jurnal. Ia menegaskan bahwa setiap program kerja yang dirancang oleh badan otonom hendaknya selaras dengan IKU agar pendanaan dan pelaksanaannya dapat berjalan lancar serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas fakultas.
Salah satu poin yang mendapat perhatian serius adalah konsep “PPM Berdampak Berbasis Ormawa FH Unsri” yang mengharuskan setiap kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui tiga tahapan: identifikasi masalah nyata, pelaksanaan solusi, dan penghasilan luaran akademik. Model ini diharapkan mampu mengubah paradigma kegiatan ormawa menjadi lebih produktif dan benar-benar berdampak bagi masyarakat. Mahasiswa pun didorong untuk tidak hanya mengadakan acara seremonial, tetapi juga menghasilkan karya seperti artikel ilmiah, podcast edukasi, atau media pembelajaran dari setiap kegiatan yang dilakukan.
Evaluasi dan Sinkronisasi Program Kerja
Sejumlah pembina ormawa turut memberikan tanggapan konstruktif terhadap program kerja yang telah dan akan dilaksanakan. Bapak Rico Andreas S.H., M.H., selaku Pembina BEM FH Unsri menyampaikan apresiasinya, “Dalam konteks program kerja yang telah dilakukan pasca pelantikan, saya rasa sudah sesuai dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.” Sementara itu, Bapak Imam menekankan pentingnya keberlanjutan program, “Salah satu proker terbarunya yakni magang, saya harap tidak terhenti di kepengurusan ini tetapi juga berkelanjutan terhadap tahun berikutnya.”
Di tengah dinamika diskusi, para ketua BO menyampaikan sejumlah kendala operasional, mulai dari proses perizinan surat yang memakan waktu hingga pola pencairan dana. Menanggapi hal tersebut, Bapak Syaifuddin memberikan arahan strategis mengenai manajemen waktu pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa pendanaan fakultas bersumber dari termin yang cair pada periode tertentu, sehingga kegiatan besar sebaiknya direncanakan mulai akhir Maret agar penyerapan anggaran lebih optimal. “Serahkan pada saya buktinya dan saya akan urus pendanaannya kepada Bapak Dekan,” ujarnya menanggapi keluhan Lawcus terkait Sriwijaya Law Fair, seraya memastikan fakultas hadir mendukung program mahasiswa yang terencana dengan baik.
Terkait fasilitas, Bapak Syaifuddin memastikan bahwa ruangan dan laboratorium dapat digunakan untuk kegiatan ormawa selama tidak bentrok dengan kepentingan akademik, dengan prosedur koordinasi terlebih dahulu melalui Wakil Dekan I. Untuk LPM Media Sriwijaya yang mengusulkan peningkatan sarana peliputan, ia menyampaikan bahwa pengadaan kamera dan laptop sedang dalam proses inventarisasi di bagian IT dan dapat dipinjamkan kepada badan otonom. Hal ini menunjukkan komitmen fakultas dalam mendukung penuh aktivitas mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Di akhir rapat, Bapak Syaifuddin menekankan pentingnya keberlanjutan prestasi dan regenerasi. Ia mengingatkan bahwa setiap kegiatan ormawa harus diusahakan memiliki kader penerus, sehingga prestasi yang diraih tidak berhenti di satu kepengurusan saja. “Ketika mahasiswa FH berhasil meraih prestasi lomba di luar negeri, itu diusahakan memiliki kader penerus. Jadi ada prestasi keberlanjutan dalam bidang yang sama,” tutupnya.
Rapat evaluasi dan rencana program kerja ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen di FH Unsri untuk menyelaraskan visi antara pihak fakultas dan mahasiswa. Dengan arahan yang jelas mengenai 12 IKU, konsep PPM Berdampak, serta solusi atas berbagai kendala operasional, diharapkan program kerja Badan Otonom dan ormawa FH Unsri ke depan tidak hanya seremonial, tetapi juga produktif, terukur, dan berdampak nyata bagi mahasiswa, fakultas, serta masyarakat luas.

