Kegiatan PJTD Usai Dilaksanakan, TVRI Sumatera Selatan Sebagai Pembangkit Semangat Generasi Baru LPM MS

LPM Media Sriwijaya- Kegiatan Pelatihan Jurnalisitik Tingkat Dasar Lembaga Pers Mahasiswa Media Sriwijaya dilaksanakan pada Jumat 18 September 2026 berlokasi di TVRI Sumatera Selatan. Menjadi tempat pertama untuk menuntun peserta baru dari LPM MS pada perjalanan pers yang lebih mendetail dan bahkan menjawab pertanyaan sebagian besar peserta mengenai mekanisme redaksi.
Pertemuan yang menghadirkan M. Husin Fadillah, S.Sos. sebagai narasumber yang merupakan seorang pejabat fungsional Pranata Siaran pada jenjang Ahli Pertama mem
bawa kepada judul besar dari pemaparan materi beliau sendiri yaitu “Dari Fakta Menjadi Berita.” Kegiatan ini mendorong para peserta untuk saling bertukar pendapat dan bertanya kepada narasumber mengenai prinsip dasar jurnalistik dan workflow pemberitaan TVRI.
Dalam materi yang dipresentasikan, Bapak Husin memaparkan secara mendalam terkait apa saja yang dipersiapkan dan dipertimbangkan dalam memproses kumpulan fakta menjadi berita. Mulai dari 6 prinsip yang menjadi syarat utama kelayakan unggahan yang beredar dan dilanjutkan dengan 11 tata cara mengubahnya menjadi sebuah berita yang sudah memiliki news value kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, penting bagi peserta mengetahui dahulu secara teoretis bagaimana lahirnya berita sebelum menerbitkannya suatu saat.
Giat dilanjutkan dengan eksplorasi terhadap ruang kerja nyata pemberitaan tersebut guna mempertajam dan meyakinkan ilmu yang didapat para peserta sebelumnya secara abstrak. Dibimbing oleh Bapak Husin dan beberapa rekannya, mahasiswa diberi ruang untuk menjelajahi tempat-tempat yang menjadi saksi kerja keras para tim redaksi membuahkan hasil karyanya.
Diawali dengan ruang pembuatan naskah yang diperlihatkan sebagai ruang kerja korporasi dilengkapi sekat-sekat untuk membagi meja, komputer yang menyala terang, serta kursi duduk yang biasa ada untuk membuat pekerja nyaman duduk berjam-jam mengakurasi naskah. Berpindah pada tempat dimana suara yang saudara dapat dengar di berita pada layar televisi rumah diproses, disediakan tempat khusus bagi pengisi suara agar kualitas suara memenuhi kriteria berita yang dibawakan.
Lanjut pengeksplorasian pada tempat dimana televisi-televisi tersedia memperlihatkan urutan berita yang sedang berlangsung baik laporan langsung, berita langsung, berita mendalam bahkan berita investigasi semuanya ditampilkan pada saat yang sama guna mempermudah pengawasan jika ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kunjungan berakhir berada pada studio besar TVRI yang tengah melaksanakan berita langsung dihadiri oleh narasumber dan pembawa berita, menunjukkan kerja nyata yang disaksikan tidak hanya oleh penonton tetapi juga dipantau oleh produser dan floor director-nya.
Penyusuran ruang kerja TVRI Sumatera Selatan ini diharapkan dapat memberikan peserta gambaran terkait proses konkret terjadinya suatu berita. Hal-hal yang sebelumnya tidak diketahui oleh peserta membuat kegiatan ini berkontribusi besar terhadap peningkatan wawasan peserta dan menjadi langkah maju menuju generasi baru LPM MS yang lebih terinformasi, peka, dan mindful dalam menjalankan tugasnya sebagai pena baru untuk LPM MS kedepannya.
Rangkaian diakhiri dengan acara informal berupa momen berbagi antara panitia penyelenggara acara dan partisipan dalam rangka eksplorasi lebih lanjut mengenai sistem berorganisasi terkhususnya di LPM MS, langkah-langkah yang harus diperhatikan sebelum menjamin komitmen tugas sebagai anggota berdasarkan pengalaman terdahulu sebagai bekal bagi penerus sehingga organisasi LPM MS tetap menjadi Lembaga Pers tepercaya bagi seluruh civitas akademika Fakultas Hukum Universita Sriwijaya.
Pelatihan ini memberikan gambaran nyata bagi peserta mengenai proses kerja jurnalistik di balik layar, mulai dari pengumpulan fakta hingga penyajian berita yang faktual dan akurat kepada publik. Pengalaman langsung di lapangan turut menumbuhkan apresiasi terhadap kerja tim yang bekerja demi menghadirkan informasi yang dapat dipercaya masyarakat.
Penulis: Kiara Syafa Aqdiya Irawan

