Dari Regulasi AI hingga Justy Care, Ide inovatif Mahasiswa Hukum Warnai Pilmapres FH Unsri 2026

LPM Media Sriwijaya — 26 Februari 2026, Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya menyelenggarakan Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2026 tingkat fakultas sebagai upaya menjaring mahasiswa dengan capaian unggulan, kemampuan akademik, dan gagasan inovatif yang berdampak.

Seleksi ini dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi penilaian berkas, capaian unggulan, kemampuan berbahasa Inggris, serta presentasi gagasan kreatif yang dipresentasikan di hadapan dewan juri. Salah satu peserta, Fatah Hidayatullah dari angkatan 2023, mengangkat gagasan penyusunan regulasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia. Fatah menilai bahwa teknologi yang saat ini berkembang pesat perlu diimbangi dengan kerangka hukum yang jelas, mengingat hingga saat ini Indonesia belum memiliki Undang-Undang khusus yang mengatur AI.

“Karena di Indonesia belum ada peraturannya, jadi saya mencoba menyusun rancangan regulasi dengan mengadaptasi praktik dari European Union Artificial Intelligence Act 2024,” ujarnya.

Fatah, yang sebelumnya pernah meraih Juara 2 Lomba Essay tingkat Universitas Malikussaleh, mengaku bahwa persiapannya cukup singkat karena informasi seleksi diterimanya secara mendadak. Motivasi mengikuti Pilmapres muncul karena ia telah memasuki semester 6 dan tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Terakhir, ia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu mengikuti kompetisi sejak awal masa perkuliahan. “Selagi ada kesempatan, ambil. Lebih baik mempersiapkan dari semester awal,” pesannya.

Sementara itu, Karenina Fernandya dari angkatan 2024 tampil dengan inovasi berjudul “Justy Care,” sebuah platform pelaporan kekerasan verbal dan fisik yang terintegrasi dengan Satgas PPKPT Universitas Sriwijaya. Platform ini dirancang untuk memudahkan korban melaporkan kasus secara langsung kepada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT), sekaligus bekerja sama dengan klinik psikologis Unsri.

Tidak hanya sebagai sarana pelaporan, Justy Care juga menyediakan layanan edukasi hukum serta perlindungan data pribadi yang terintegrasi dengan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Karenina, yang sebelumnya meraih penghargaan Most Outstanding Delegate dalam Model United Nations Airlangga International serta Juara Utama National Business Case Competition, menyebut bahwa menjadi Mawapres merupakan targetnya sejak awal masuk perkuliahan.

Terakhir dari Karenina, ia berpesan bahwa selama ada kesempatan yang menghampiri, jangan takut untuk mengambilnya, bahkan jika belum beruntung pun, maka jangan takut untuk mencoba lagi. “Selama ada kesempatan, ambil. Kalau belum beruntung, coba lagi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Yason Efraim Polii dari angkatan 2023 menggagas aplikasi layanan hukum berbasis daring yang menghubungkan masyarakat dengan advokat dan notaris secara cepat dan efisien. Dan sebelumnya juga diketahui bahwa yason pernah meraih prestasi sebagai pemegang bronze medal dalam lomba Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2025 yang diselenggarakan oleh National Research Council of Thailand (NRCT) dengan karyanya berjudul AntiOxiflavar.

Yason mengaku bahwa ia mendaftar sehari sebelum penutupan pendaftaran. Meski demikian, ia melihat Pilmapres sebagai ajang tahunan yang tepat untuk mengembangkan potensi diri. Ke depannya, ia berharap dapat membantu mengimplementasikan aplikasi yang telah ia rancang agar benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

”Tetap semangat dan pantang menyerah, ambil semua kesempatan yg ada dan tetap fokus kuliah”, ucap Yason, sebagai pesan untuk mahasiswa lainnya.

Seleksi diakhiri dengan hasil seleksi, Karenina Fernandya ditetapkan sebagai Mawapres I, Yason Efraim Polii sebagai Mawapres II  dan Fatah Hidayatullah sebagai Mawapres III Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya 2026. Sebagai Mawapres 1 dan 2, Karenina dan Yason yang akan melanjutkan seleksi ke tingkat universitas dan berpeluang mewakili Universitas Sriwijaya pada ajang Pilmapres tingkat nasional.

Oleh: Anissa Suci Anugrah dan Thalya Maira Calista

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *