GANTI KEMUDI DI TENGAH JALAN, ADA APA DENGAN KOORDINATOR UMUM PKKMB FH UNSRI 2026?
LPM Media Sriwijaya – Dinamika kepanitiaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya 2026 memasuki babak baru. Melalui Rapat Evaluasi III yang dilaksanakan pada 4 Juni 2026, forum yang terdiri atas seluruh Badan Otonom (BO), serta perwakilan kepanitiaan memutuskan untuk mengganti Koordinator Umum PKKMB FH Unsri 2026.
Rapat evaluasi tersebut dilaksanakan menyusul berbagai persoalan yang muncul selama hampir dua bulan sejak terpilihnya Rynaldo Andika sebagai Koordinator Umum pada 20 April 2026. Selain itu, forum juga menyoroti kondisi persiapan PKKMB FH Unsri yang dinilai tertinggal dibanding fakultas lain, sementara jadwal pelaksanaan kegiatan telah ditetapkan pada awal Agustus mendatang. Dalam sesi penyampaian aspirasi, sejumlah panitia menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi selama menjalankan tugas. Sekretaris Pelaksana mengungkapkan bahwa berbagai pekerjaan yang semestinya berada dalam koordinasi Koordinator Umum justru banyak dikerjakan oleh panitia lain. Setelah rapat perdana berlangsung, panitia juga mengaku kesulitan memperoleh arahan lanjutan maupun koordinasi yang jelas terkait pelaksanaan tugas masing-masing divisi.
Keluhan serupa turut disampaikan oleh beberapa divisi lain, seperti Humas, Perlengkapan, Acara, Mentoring, hingga Multimedia. Mayoritas menyatakan bahwa hingga memasuki bulan Juni, mereka belum memperoleh petunjuk kerja yang konkret maupun tindak lanjut atas berbagai kebutuhan yang telah disampaikan sebelumnya. Selain dari internal kepanitiaan, berbagai Badan Otonom juga menyampaikan kekecewaan terhadap perkembangan persiapan PKKMB. Sejumlah organisasi menilai bahwa komitmen mengenai komunikasi yang baik, koordinasi dengan dekanat, serta pelibatan Badan Otonom dalam penyusunan konsep kegiatan sebagaimana disampaikan saat pemilihan belum terealisasi secara optimal.
Persoalan kaderisasi juga menjadi perhatian utama dalam forum. Beberapa Badan Otonom mengungkapkan bahwa jumlah kader aktif mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, sehingga PKKMB dipandang sebagai momentum penting untuk memperkenalkan organisasi kepada mahasiswa baru. Namun hingga memasuki bulan kedua persiapan, berbagai konsep yang berkaitan dengan kaderisasi dan pelibatan organisasi dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Di tengah pembahasan, forum juga menerima informasi bahwa Rynaldo Andika tidak dapat menghadiri rapat evaluasi karena sedang menjalani perawatan akibat kondisi kesehatannya. Meskipun demikian, berbagai peserta forum menilai bahwa persoalan utama yang dibahas bukanlah kondisi kesehatan yang dialami, melainkan minimnya progres dan koordinasi yang terjadi selama masa kepemimpinannya. Setelah melalui diskusi yang cukup panjang, forum kemudian membahas dua alternatif solusi, yakni memberikan kesempatan lanjutan kepada Koordinator Umum atau melakukan pergantian kepemimpinan. Mayoritas peserta berpendapat bahwa waktu persiapan yang tersisa tidak lagi memungkinkan untuk menunggu perubahan tanpa adanya kepastian. Melalui musyawarah yang dilakukan bersama, sembilan Badan Otonom menyatakan persetujuan terhadap pergantian Koordinator Umum, sementara satu Badan Otonom tersebut menyatakan penolakan. Dengan hasil tersebut, forum menetapkan untuk mengakhiri masa kepemimpinan Rynaldo Andika sebagai Koordinator Umum PKKMB FH Unsri 2026.
Forum kemudian melanjutkan agenda dengan mekanisme pemilihan Koordinator Umum yang baru dari internal kepanitiaan. Dua nama yang mengajukan diri dalam proses tersebut adalah M. Nico Agustian dari Badan Otonomo LSO Olympus dan Hizkia Kingston Sirait dari Dewan Perwakilan Mahasiswa. Keduanya diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan, rencana kerja, serta komitmen yang akan dijalankan apabila terpilih. Setelah sesi pemaparan dan tanya jawab selesai dilaksanakan, forum melakukan pemungutan suara. Berdasarkan hasil voting, M. Nico Agustian memperoleh suara terbanyak yaitu 6 dari 10 suara dan ditetapkan sebagai Koordinator Umum PKKMB FH Unsri 2026.
Dalam pernyataannya setelah terpilih, Nico menyampaikan komitmennya untuk mempercepat berbagai agenda yang belum terlaksana serta memperkuat komunikasi dengan seluruh Badan Otonom dan kepanitiaan. Ia juga menegaskan bahwa evaluasi yang terjadi menjadi pelajaran penting agar berbagai kendala serupa tidak kembali terulang. Pergantian kepemimpinan ini menjadi titik balik dalam perjalanan PKKMB FH Unsri 2026. Dengan waktu persiapan yang semakin singkat menuju pelaksanaan kegiatan, seluruh elemen yang terlibat diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi demi memastikan pelaksanaan PKKMB berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Penulis: Hashirama dan Hinata

