Tiga Narasumber Berkompeten Perkuat Fondasi Jurnalisme Muda di Pelatihan Jurnalistik LPM Media Sriwijaya

LPM Media Sriwijaya – Ruang Zainal Abidin Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Kampus Bukit pada Sabtu, 2 Mei 2026 berubah menjadi ruang belajar yang hidup dan penuh semangat. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Media Sriwijaya sukses menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar dengan mengusung tema “Membangun Jurnalis Muda yang Adaptif, Kritis, dan Beretika di Era Digital“. Para jurnalis muda hadir dengan antusias, siap menyerap ilmu dari tiga narasumber yang membawa pengalaman nyata dari dunia pers dan akademik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya LPM Media Sriwijaya dalam mencetak generasi jurnalis kampus yang tidak hanya mampu menulis, tetapi juga memahami etika, memiliki ketajaman analisis, dan siap menghadapi dinamika media di era digital. Ketua Pelaksana, Innayah Maura Khuzaimah, memberikan kata sambutan dengan menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bekal fundamental bagi anggota dan calon jurnalis muda LPM Media Sriwijaya.
Dr. H. Firdaus Komar, S.Pd., M.Si., selaku Pengurus Dewan Pers Bidang Uji Kompetensi Wartawan, memaparkan kode etik sebagai materi pembuka. Bukan tanpa alasan tetapi, panitia ingin memastikan bahwa sebelum peserta belajar cara menulis, mereka terlebih dahulu memahami mengapa integritas adalah fondasi segalanya. Pak Komar membedah Kode Etik Jurnalistik secara mendalam, mulai dari prinsip-prinsip dasar yang harus dipegang setiap wartawan, hingga tantangan nyata yang kerap dihadapi di lapangan. Sebagai seseorang yang sehari-hari terlibat dalam pengujian kompetensi wartawan di tingkat nasional, pemaparannya terasa sangat membumi dan penuh bobot. Sesi tanya jawab yang mengikutinya pun berlangsung hangat, dengan peserta antusias menggali lebih dalam soal dilema etis yang sering muncul dalam praktik jurnalisme sesungguhnya.
Memasuki materi kedua, suasana kembali bergairah saat Bapak M. Rian Saputra, Koordinator Online dan Sosial Media Sumatera Ekspres, membawakan materi Jurnalistik Online. Pak Rian hadir dengan perspektif seorang praktisi yang setiap hari harus membuat keputusan redaksional di tengah tekanan deadline yang tak kenal kompromi. Ia mengurai bagaimana ekosistem media digital bekerja, dimulai dari cara menulis judul yang kuat, pengelolaan konten di berbagai platform, hingga bagaimana media online modern bertahan dan bersaing di tengah persaingan yang semakin ketat. Dalam sesi kedua ini pun peserta tampak menyimak dengan serius, mencatat setiap poin yang disampaikan dengan penuh perhatian, dan juga tetap berpartisipasi aktif dengan mengajukan pertanyaan.
Bapak Rd. Muhammad Ikhsan, S.H., M.H., Akademisi Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, membawakan materi Berita dan Teknik Reportase Wawancara materi yang paling teknis sebagai materi terakhir. Dengan latar belakang keilmuan hukum yang kuat, Pak Ikhsan menghadirkan sudut pandang yang unik, yaitu bagaimana seorang jurnalis harus teliti dan terstruktur dalam mengumpulkan fakta, memverifikasi sumber, dan membangun narasi yang kuat. Sesi terakhir ini menjadi yang paling panjang, menjadi sebuah tanda bahwa peserta tidak hanya menyerap materi, tetapi juga terstimulasi untuk berdiskusi dan berpikir lebih jauh.
Pelatihan ditutup dengan pengumuman serta penyerahan award kepada peserta terbaik dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir. Meski hari terasa panjang, antusiasme di ruangan tidak pernah padam. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa LPM Media Sriwijaya terus berkomitmen membangun ekosistem jurnalisme kampus yang sehat, kompeten, dan beretika. Karena jurnalisme yang baik tidak lahir dari instinct semata, ia dibangun dari pengetahuan, latihan, dan integritas yang diasah sejak dini. Bagi LPM Media Sriwijaya, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah titik awal dari perjalanan panjang para jurnalis muda Sriwijaya menuju pers yang sesungguhnya.
Penulis: Anissa Suci Anugerah & Thalya Maira C

