MIMBAR KDMI FH UNSRI 2026: DORONG PENGUATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA HUKUM

LPM Media Sriwijaya – Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya tahun ini resmi digelar pada 9 April 2026. Mengusung tema besar yang sarat akan makna, KDMI FH Unsri 2026 menjadi sebuah tempat untuk tumbuhnya sebuah semangat baru di kalangan mahasiswa, baik semangat untuk berpikir, berargumen, termasuk berani menyuarakan gagasan. Nadiyah Salsabila, mahasiswi angkatan 2025 yang menjabat sebagai Ketua Pelaksana KDMI, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini mengusung tema “Membangun Kualitas Sumber Daya Bangsa Dalam Menentukan Arah Indonesia Di Tengah Dinamika Tantangan Nasional Dan Global”.

Bukan hanya sekadar slogan biasa. Tema kali ini hadir sebagai bentuk respon nyata terhadap berbagai tantangan yang kini dihadapi Indonesia, baik di ruang lingkup domestik maupun kancah internasional. Dengan adanya tema ini, harapannya KDMI FH Unsri tahun ini ingin mendorong mahasiswa untuk tidak hanya sekadar menjadi penonton, tetapi turut aktif memikirkan arah jalannya bangsa ke depannya.

12 Tim, Satu Panggung, Satu Misi

KDMI FH Unsri tahun ini, menyediakan ruang bagi 12 tim dengan total 24 peserta, untuk ikut berpartisipasi dalam kompetisi. Pembatasan ini bukan tanpa alasan, namun dilakukan untuk menjaga kualitas pelaksanaan kompetisi yang menjadi prioritas utama oleh panitia. Menariknya, meskipun terjadi pembatasan partisipasi, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme dari kalangan mahasiswa. Nadiyah mengaku cukup terkejut karena bahkan setelah pendaftarannya resmi ditutup, masih banyak pihak yang menunjukkan minat untuk ikut serta. Fenomena ini dapat disimpulkan menjadi sebuah sinyal positif bahwa budaya debat di kalangan mahasiswa fakultas hukum masih terus tumbuh dengan menggembirakan.

Seluruh mosi yang digunakan dalam kompetisi tahun ini dinilai relevan dan memiliki ruang yang luas untuk diperdebarkan secara kritis dan ikut mendorong peserta untuk berpikir lebih tajam dan argumentatif.Menjadi ketua pelaksana tentu saja bukanlah tugas yang ringan. Nadiyah mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi terletak pada komunikasi dan manajemen waktu. Persiapan yang dilakukan selama dua bulan harus dijalankan beriringan dengan tuntutan akademik, mulai dari tugas perkuliahan, Ujian Tengah Semester, hingga kewajiban di organisasi lain.

Koordinasi antar divisi pun menjadi ujian tersendiri dalam memastikan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan mulus. Namun di tengah gempuran tantangan itu, Nadiyah beserta para panitia lainnya tetap berdiri teguh, membuktikan bahwa kepanitiaan yang solid mampu mengatasi berbagai rintangan yang ada. Nadiyah menekankan bahwa pentingnya menjaga komunikasi antar panitia, hal ini bukan hanya menjadi kunci utama keberhasilan, namun juga sekaligus menitipkan harapan agar KDMI di tahun berikutnya dapat diselenggarakan dengan lebih baik dan tentu saja lebih sukses.

Strategi Cerdas, Kunci Kemenangan Sang Juara

Di sisi lain panggung, tim pemenang KDMI FH Unsri 2026 membawa pelajaran berharga tentang apa yang sesungguhnya membuat sebuah tim unggul dalam debat. Berdasarkan wawancara LPM MS bersama Rafael Septianus Napitu, salah satu anggota tim juara, kunci kemenangan mereka bukan terletak pada retorika semata, namun juga pada pemahaman mendalam terhadap mosi.

Tim ini menekankan pentingnya membaca dan mengurai mosi secara menyeluruh dan mendalam sebelum membangun sebuah argumen. Dalam waktu persiapan yang hanya 15 menit, mereka membagi waktu secara efektif, termasuk alokasi tiga menit untuk diskusi singkat guna menyatukan strategi. Bagi mereka, momen yang paling krusial adalah ketika menyampaikan argumen yang benar-benar menjawab tuntutan mosi. Kemenangan bukan soal gaya atau manner, melainkan sejauh mana argumen yang disampaikan relevan dan tepat sasaran.

Perjalanan menuju podium juara pun tidak sepenuhnya mulus. Rafael mengakui bahwa tantangan terbesar bagi timnya terjadi pada ronde kedua, ketika waktu sudah berjalan sementara persiapan yang belum optimal hingga meja debat pun belum sepenuhnya siap. Situasi tersebut menuntut kemampuan beradaptasi cepat dalam situasi yang tidak ideal.

Ketika ditanya mengenai faktor pembeda dengan tim lain, Rafael menegaskan bahwa selisih kemampuan antar tim tidaklah jauh. Ia mengungkapkan bahwa sejatinya setiap tim memiliki peluang yang sama untuk menang, yang membedakannya hanyalah tingkat pemhaman terhadap mosi yang diberikan.

Untuk mahasiswa yang ingin mengikuti KDMI ke depan, tim juara memberikan tips yang sederhana namun bermakna, yaitu untuk memperluas wawasan umum. Dalam sistem debat parlementer, pemahaman terhadap isu-isu global lebih diutamakan dibandingkan hafalan data spesifik seperti undang-undang atau jurnal. Wawancara ditutup dengan satu pesan penuh makna yang mereka titipkan untuk para mahasiswa yang ingin mengikuti KDMI FH Unsri kedepannya – ”tetap semangat dan berani mencoba”

Penulis: Anissa Suci Anugrah dan Thalya Maira C

Reporter: Tatia Amadis dan Kheinizya Grace Joice

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *